Selasa, 26 September 2017

Keteguhan Hati Fatimah


Hasil gambar untuk wanita soleha

Keteguhan Hati Fatimah
Fatimah, seorang wanita muslimah yang taat beribadah kepada Allah. Ia tinggal disebuah kampung yang tak jauh dari sungai bersama kedua orang tuanya dan neneknya. Ia bekerja disebuah pabrik roti di kampungnya. Biasanya ia masuk jam 08.00 pagi dan pulang setelah shalat ashar. Dimata pemilik pabrik dan rekan-rekannya Fatimah adalah wanita yang baik, murah senyum dan ramah kepada siapapun, karena itulah ia diangkat menjadi kepala dapur dipabrik itu oleh pemiliknya. Selain itu ia juga mengajar anak-anak dikampung tersebut mengaji bersama ayahnya selesai shalat magrib. Tak lupa ia juga sering mengisi pengajian dihari libur kerjanya. Oleh karena itulah warga di kampung itu sangat menghormatinya.
                Suatu hari ia harus pulang malam hari dari kerjanya karena saat itu pesanan memang banyak. Kira-kira pukul 09.00 malam ia dan teman-temannya pulang dari pabrik itu. Tak seperti biasanya jika ia pulang sore jalanan yang biasa ia lewati terlihat ramai karena anak-anak baru pulang sekolah. Tetapi tidak untuk malam itu, preman-preman kampung itu biasa menunggu di depan pintu sekolah pada setelah semua orang di masjid sudah selesai melaksanakan shalat isya. Preman-preman itu memang suka menggangu siapapun yang lewat di situ. Saat itulah Fatimah yang pulang sendirian merasa takut dan gelisah karena khawatir dengan mereka. Namun karena keyakinan dan keteguhan hati yang kuat, dan ia yakin bahwa Allah akan melindunginya, ia tetap melewati mereka dengan wajah tertunduk. Tapi saat ia melewati preman itu tak seorangpun dari mereka yang menggangu Fatimah. Entah kenapa mereka semua merasa takut. Akhirnya Fatimahpun tiba di rumahnya.
                Keesokan harinya saat Fatimah bekerja di pabrik preman-preman itu datang ke warung yang juga bersebelahan dengan pabrik roti tersebut untuk membeli beberapa bungkus roti. Lalu salah seorang dari mereka mendatangi Fatimah untuk melihat ia bekerja. Lantas tanpa rasa takut Fatimah bertanya kepada preman itu kenapa tidak ada yang berani mengganggunya. Dengan nada lembut preman itu menjawab, ‘’ karena di belakangmu ada dua orang pria besar dan gagah yang berbaju putih seperti mengawalmu, lantas kami tak berani untuk menganggumu ‘’. Setelah itu Fatimah semakin taat untuk selalu meminta pertolongan kepada Allah karena ia yakin bahwa Allah akan melindungi hambanya yang beriman.

                “Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka. Mereka kekal didalamnya’’ (Q.S Al-Baqarah :257)

https://www.google.co.id/search?q=wanita+soleha&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiLiOLz38TWAhWHRo8KHSiMAUwQ_AUICigB&biw=1366&bih=609#imgrc=NKV-FSREFyl43M: