
Keteguhan
Hati Fatimah
Fatimah,
seorang wanita muslimah yang taat beribadah kepada Allah. Ia tinggal disebuah
kampung yang tak jauh dari sungai bersama kedua orang tuanya dan neneknya. Ia
bekerja disebuah pabrik roti di kampungnya. Biasanya ia masuk jam 08.00 pagi
dan pulang setelah shalat ashar. Dimata pemilik pabrik dan rekan-rekannya
Fatimah adalah wanita yang baik, murah senyum dan ramah kepada siapapun, karena
itulah ia diangkat menjadi kepala dapur dipabrik itu oleh pemiliknya. Selain
itu ia juga mengajar anak-anak dikampung tersebut mengaji bersama ayahnya
selesai shalat magrib. Tak lupa ia juga sering mengisi pengajian dihari libur
kerjanya. Oleh karena itulah warga di kampung itu sangat menghormatinya.
Suatu
hari ia harus pulang malam hari dari kerjanya karena saat itu pesanan memang
banyak. Kira-kira pukul 09.00 malam ia dan teman-temannya pulang dari pabrik
itu. Tak seperti biasanya jika ia pulang sore jalanan yang biasa ia lewati
terlihat ramai karena anak-anak baru pulang sekolah. Tetapi tidak untuk malam
itu, preman-preman kampung itu biasa menunggu di depan pintu sekolah pada setelah
semua orang di masjid sudah selesai melaksanakan shalat isya. Preman-preman itu
memang suka menggangu siapapun yang lewat di situ. Saat itulah Fatimah yang
pulang sendirian merasa takut dan gelisah karena khawatir dengan mereka. Namun
karena keyakinan dan keteguhan hati yang kuat, dan ia yakin bahwa Allah akan
melindunginya, ia tetap melewati mereka dengan wajah tertunduk. Tapi saat ia
melewati preman itu tak seorangpun dari mereka yang menggangu Fatimah. Entah
kenapa mereka semua merasa takut. Akhirnya Fatimahpun tiba di rumahnya.
Keesokan
harinya saat Fatimah bekerja di pabrik preman-preman itu datang ke warung yang
juga bersebelahan dengan pabrik roti tersebut untuk membeli beberapa bungkus
roti. Lalu salah seorang dari mereka mendatangi Fatimah untuk melihat ia
bekerja. Lantas tanpa rasa takut Fatimah bertanya kepada preman itu kenapa
tidak ada yang berani mengganggunya. Dengan nada lembut preman itu menjawab, ‘’
karena di belakangmu ada dua orang pria besar dan gagah yang berbaju putih
seperti mengawalmu, lantas kami tak berani untuk menganggumu ‘’. Setelah itu
Fatimah semakin taat untuk selalu meminta pertolongan kepada Allah karena ia
yakin bahwa Allah akan melindungi hambanya yang beriman.
“Allah
pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan
(kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya
adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan
(kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka. Mereka kekal didalamnya’’ (Q.S
Al-Baqarah :257)
https://www.google.co.id/search?q=wanita+soleha&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiLiOLz38TWAhWHRo8KHSiMAUwQ_AUICigB&biw=1366&bih=609#imgrc=NKV-FSREFyl43M:
