
Kisah Sukses Givan
Givan,
siswa yang terkenal dengan kecerdasannya, wajar saja ia selalu menghabiskan
waktunya untuk membaca buku. Ia juga dikenal dengan siswa yang taat beribadah.
Dengan wajah tampan dan keramah tamahannya, wajar saja banyak wanita yang
menyukainya. Namun ia kurang bergaul dengan teman-temannya karena ia selalu
menghabiskan waktu untuk membaca buku. Tak layaknya teman-teman sekelasnya yang
jarang membaaca buku dan lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain game di
warnet. Di mata guru ia dikenal sangat baik, sopan dan pandai dalam hal
belajar, wajar saja jika ada Olimpiade guru-guru selalu memintanya untuk
mewakili sekolah untuk menngikuti Olimpiade. Hal itulah yang membuat orang tua
Givan bangga dengan anak semata wayangnya ini sehingga apapun yang ia inginkan
selalu dipenuhi oleh orang tuanya. Givan dan teman-temannya sudah satu sekolah
saat SD sampai SMA. Waktupun berlalu, hari demi hari mereka jalani bersama.
Tiba sudah saatnya untuk melaksankan ujian akhir sekokah. Siswa-siswa yang
tidak mengerti dengan pelajaran selalu berkunjung kerumah Givan untuk belajar
bersamanya. Kadang-kadang disela waktu mereka selalu berbincang kemana mereka
setelah tamat dari sekolah ini. Ada dari mereka yang ingin menjadi pengusaha,
tentara, polisi, dan melanjutkan kuliah keperguruan tinggi, namun ada juga yang ingin tetap dikampung
untuk membantu orang tuanya. Namun Givan lebih memilih untuk melanjutkan kuliah
disalah satu perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Ekonomi, karena ia ingin
menjadi seorang pengusaha.
Ujianpun
selesai, saatnya mereka pergi kemana arah yang telah mereka tentukan selama
ini. Givan berangkat ke salah satu kota untuk melanjutkan kuliahnya. Karena di
situlah tempat yang ia inginkan selama ini. Disana ia selalu mendapatkan nilai
yang tinggi karena kecerdasannya itu. Wajar saja kebiasaan untuk memanfaatkan
waktu luang dengan membaca terus dilaksanakannya sampai saat ini. Bahkan ia
rela pergi jauh-jauh untuk mendapatkan buku yang ia inginkan. Tak heran jika ia
juga mempunya perpustakaan sendiri di rumahnya dan teman-temannya juga sering
kesana untuk membaca dan meminjam buku dirumahnya itu. Makanya teman-temannya
memberi ia gelar dengan duta baca kampus. Gelar itu disematkan kepadanya
lantaran ia sangat terkenal dengan hobinya yang selalu membaca buku untuk
mencari ilmu. Waktu pun berlalu, tak butuh waktu lama Givan menyelesaikan
kuliahnya dengan nilai yang sangat sempurna dari mahasiswa lain. Selesai kuliah
ia memiliki dua pilihan, yaitu ingin melanjutkan kuliah di luar negeri atau
menjadi pengusaha yang modalnya ia dapatkan dari saudara-saudaranya sebagai
bentuk apresiasi kepadanya yang telah menyelesaikan kuliah dengan waktu yang
sangat cepat dan nilai yang tinggi. Lantas ia meminta petunjuk kepada Allah
kemana ia akan pergi setelah ini. Lalu dengan keyakinan yang teguh ia ingin
melanjutkan kuliah keluar negeri. Sebelum pergi ke luar negeri ia menyempatkan
diri untuk pulang ke kampung dan menemui teman-temannya disana.
Tak
terasa sudah dua bulan ia disana, mempersiapkan diri untuk melanjutkan kuliah
keluar negeri. Di kampung Givan selalu membantu orang tuanya berkebun dan
berdagang, ia juga selalu menemui teman-temannya yang sudah bekerja bahkan
berkeluarga. Di sana mereka berbagi pengalaman yang mereka alami selama ini,
ada yang senang, sedih dan juga lucu. Prestasi-prestasi yang diraih Givan
hingga mendapat gelar duta baca kampus telah terdengar ketelinga teman-temannya
bahkan masyarakat setempat. Tak lama Givanpun bersiap untuk berangkat keluar
negeri melanjutkan kuliahnya. Ia pamit dengan keluarga dan teman-temannya di
kampung.
Waktupun
berlalu setahun di tanah orang, ia pun selesai melaksanakan kuliahnya di sana.
Berbagai masalah sempat ia alami di sana. Dan tiba saatnya ia pulang kekampung
halamannya. Di kampung nanti ia sudah ditunggu orang tuanya untukmembuka usaha
permesinan dan rumah makan. Setibanya di sana ia disambut dengan meriah oleh
warga setempat bagaikan kedatangan seorang presiden. Suka dan duka mewarnai
kedatangan Givan di kampung. Sebulan kemudian Givan ingin membuka usaha yang
telah disuruh oleh orang tua dan saudaranya. Dengan keyakinan yang kuat
usahanya pun berkembang pesat dengan cepat dan ia juga memperkerjakan
teman-teman dan saudaranya. Ia juga membuat perpustakaan kecil di pabrik dan
rumah makan miliknya. Untuk menyalurkan hobi membacanya ia juga membuat
perpustakaan keliling dan membangun perpustakaan dibeberapa di sekolah
kampungnya. Begitulah hasil dari kerja keras Givan selama ini yang tak diduga
akan sesukses ini.
“Jadi
maanfaatkanlah waktu luangmu sebaik
mungkin dan usahakan untuk membaca buku yang bermanfaat karena kelak ilmu yang
engkau raih akan membuka jalan kesuksesanmu dan ilmu itu akan bermanfaat untuk
dirimu sendiri dan diri orang lain’’
gambar; https://www.google.co.id/search?q=pemuda+sukses&tbm=isch&imgil=BBQfeU-o4Ou1LM%253A%253B92nsqhQ1wmnMnM%253Bhttp%25253A%25252F%25252Fmaghfuramin.com%25252Ftag%25252Fpemuda-sukses%25252F&source=iu&pf=m&fir=BBQfeU-o4Ou1LM%253A%252C92nsqhQ1wmnMnM%252C_&usg=__t3-QWlvN5yWWDFzl2DxKxd6O9Ew%3D&biw=1366&bih=609&ved=0ahUKEwj4j57hxMXWAhUSTY8KHf4YBU8QyjcIMQ&ei=YrDLWfjWEJKavQT-sZT4BA#imgrc=BBQfeU-o4Ou1LM:
