Rabu, 27 September 2017

Kisah Sukses Givan

Hasil gambar untuk pemuda sukses

Kisah Sukses Givan
                Givan, siswa yang terkenal dengan kecerdasannya, wajar saja ia selalu menghabiskan waktunya untuk membaca buku. Ia juga dikenal dengan siswa yang taat beribadah. Dengan wajah tampan dan keramah tamahannya, wajar saja banyak wanita yang menyukainya. Namun ia kurang bergaul dengan teman-temannya karena ia selalu menghabiskan waktu untuk membaca buku. Tak layaknya teman-teman sekelasnya yang jarang membaaca buku dan lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain game di warnet. Di mata guru ia dikenal sangat baik, sopan dan pandai dalam hal belajar, wajar saja jika ada Olimpiade guru-guru selalu memintanya untuk mewakili sekolah untuk menngikuti Olimpiade. Hal itulah yang membuat orang tua Givan bangga dengan anak semata wayangnya ini sehingga apapun yang ia inginkan selalu dipenuhi oleh orang tuanya. Givan dan teman-temannya sudah satu sekolah saat SD sampai SMA. Waktupun berlalu, hari demi hari mereka jalani bersama. Tiba sudah saatnya untuk melaksankan ujian akhir sekokah. Siswa-siswa yang tidak mengerti dengan pelajaran selalu berkunjung kerumah Givan untuk belajar bersamanya. Kadang-kadang disela waktu mereka selalu berbincang kemana mereka setelah tamat dari sekolah ini. Ada dari mereka yang ingin menjadi pengusaha, tentara, polisi, dan melanjutkan kuliah keperguruan tinggi,  namun ada juga yang ingin tetap dikampung untuk membantu orang tuanya. Namun Givan lebih memilih untuk melanjutkan kuliah disalah satu perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Ekonomi, karena ia ingin menjadi seorang pengusaha.
                Ujianpun selesai, saatnya mereka pergi kemana arah yang telah mereka tentukan selama ini. Givan berangkat ke salah satu kota untuk melanjutkan kuliahnya. Karena di situlah tempat yang ia inginkan selama ini. Disana ia selalu mendapatkan nilai yang tinggi karena kecerdasannya itu. Wajar saja kebiasaan untuk memanfaatkan waktu luang dengan membaca terus dilaksanakannya sampai saat ini. Bahkan ia rela pergi jauh-jauh untuk mendapatkan buku yang ia inginkan. Tak heran jika ia juga mempunya perpustakaan sendiri di rumahnya dan teman-temannya juga sering kesana untuk membaca dan meminjam buku dirumahnya itu. Makanya teman-temannya memberi ia gelar dengan duta baca kampus. Gelar itu disematkan kepadanya lantaran ia sangat terkenal dengan hobinya yang selalu membaca buku untuk mencari ilmu. Waktu pun berlalu, tak butuh waktu lama Givan menyelesaikan kuliahnya dengan nilai yang sangat sempurna dari mahasiswa lain. Selesai kuliah ia memiliki dua pilihan, yaitu ingin melanjutkan kuliah di luar negeri atau menjadi pengusaha yang modalnya ia dapatkan dari saudara-saudaranya sebagai bentuk apresiasi kepadanya yang telah menyelesaikan kuliah dengan waktu yang sangat cepat dan nilai yang tinggi. Lantas ia meminta petunjuk kepada Allah kemana ia akan pergi setelah ini. Lalu dengan keyakinan yang teguh ia ingin melanjutkan kuliah keluar negeri. Sebelum pergi ke luar negeri ia menyempatkan diri untuk pulang ke kampung dan menemui teman-temannya disana.
                Tak terasa sudah dua bulan ia disana, mempersiapkan diri untuk melanjutkan kuliah keluar negeri. Di kampung Givan selalu membantu orang tuanya berkebun dan berdagang, ia juga selalu menemui teman-temannya yang sudah bekerja bahkan berkeluarga. Di sana mereka berbagi pengalaman yang mereka alami selama ini, ada yang senang, sedih dan juga lucu. Prestasi-prestasi yang diraih Givan hingga mendapat gelar duta baca kampus telah terdengar ketelinga teman-temannya bahkan masyarakat setempat. Tak lama Givanpun bersiap untuk berangkat keluar negeri melanjutkan kuliahnya. Ia pamit dengan keluarga dan teman-temannya di kampung.
                Waktupun berlalu setahun di tanah orang, ia pun selesai melaksanakan kuliahnya di sana. Berbagai masalah sempat ia alami di sana. Dan tiba saatnya ia pulang kekampung halamannya. Di kampung nanti ia sudah ditunggu orang tuanya untukmembuka usaha permesinan dan rumah makan. Setibanya di sana ia disambut dengan meriah oleh warga setempat bagaikan kedatangan seorang presiden. Suka dan duka mewarnai kedatangan Givan di kampung. Sebulan kemudian Givan ingin membuka usaha yang telah disuruh oleh orang tua dan saudaranya. Dengan keyakinan yang kuat usahanya pun berkembang pesat dengan cepat dan ia juga memperkerjakan teman-teman dan saudaranya. Ia juga membuat perpustakaan kecil di pabrik dan rumah makan miliknya. Untuk menyalurkan hobi membacanya ia juga membuat perpustakaan keliling dan membangun perpustakaan dibeberapa di sekolah kampungnya. Begitulah hasil dari kerja keras Givan selama ini yang tak diduga akan sesukses ini.


“Jadi maanfaatkanlah  waktu luangmu sebaik mungkin dan usahakan untuk membaca buku    yang bermanfaat karena kelak ilmu yang engkau raih akan membuka jalan kesuksesanmu dan ilmu itu akan bermanfaat untuk dirimu sendiri dan diri orang lain’’

gambar; https://www.google.co.id/search?q=pemuda+sukses&tbm=isch&imgil=BBQfeU-o4Ou1LM%253A%253B92nsqhQ1wmnMnM%253Bhttp%25253A%25252F%25252Fmaghfuramin.com%25252Ftag%25252Fpemuda-sukses%25252F&source=iu&pf=m&fir=BBQfeU-o4Ou1LM%253A%252C92nsqhQ1wmnMnM%252C_&usg=__t3-QWlvN5yWWDFzl2DxKxd6O9Ew%3D&biw=1366&bih=609&ved=0ahUKEwj4j57hxMXWAhUSTY8KHf4YBU8QyjcIMQ&ei=YrDLWfjWEJKavQT-sZT4BA#imgrc=BBQfeU-o4Ou1LM: