Selasa, 24 Oktober 2017

CINTA LOKASI

               

                                                                            CINTA LOKASI
                Pagi itu kami semua berkumpul di sekolah karena hari itu kami akan berangkat ke salah satu tempat wisata yang ada luar kota dalam rangka wisata tahunan sekolah. Sambil menunggu guru dan teman-teman yang lain datang aku duduk di bawah pohon yang rindang untuk beristirahat sejenak sebelum memulai perjalanan. Tiba-tiba aku melihat seorang wanita yang melangkahkan kakinya menuju ke arahku, ternyata dia Fitri yang sedang membagikan roti dan air mineral untuk sarapan kami.
‘’Assalamualaikum, ini roti sama airnya’’ katanya kepadaku.
Dengan tangan gemetar aku mengambil roti dan air yang ia berikan kepadaku, bahkan mulutku seperti terkunci dan tak bisa  berkata apa-apa karena mendengar suara yang lemah lembut keluar dari mulutnya. Senyum manis di wajahnya pun membuat hatiku berdegup kencang.
“Perhatian untuk semua pembina dan peserta agar bisa berkumpul sekarang” kata Fahrul, teman sekelasku yang tugasnya hanya menyuruh dan marah-marah.
Kami pun berkumpul dan berbaris dengan rapi. Bus yang akan kami tumpangi telah tiba saejak tadi pagi. Kami berbaris dengan rapi agar bisa masuk kedalam bus dengan rapi. Tak ku sangka aku satu bus dengan Fitri dan duduk di sampingnya. Mula-mula aku malu untuk berbicara dengannya karena saat itu aku benar-benar merasa gugup dan kaku. Bis pun berjalan dan aku masih merasa gugup, tiba-tiba dia memanggilku.
“kak, ini permennya” katanya kepadaku
Sontak akupun kaget saat ia memberikan beberapa permen kepadaku. Dengan senyuman yang manis seperti tadi ia menatapku dan aku hanya bisa tersenyum kecil kepadanya. Sejak itu aku memberanikan diri untuk berbicara kepadanya. Banyak pertanyaan yang keluar dari mulutku, aku memang ingin tahu seluk beluk tentang dirinya. Disitulah mulai ada perasaan suka kepadanya. Sepertinya ia wanita yang baik, senang diajak berbicara.
                Tak lama kami sampai di tempat tujuan, kamipun turun dari bus. Aku membantunya membawa barang karena kulihat ia merasa keberatan dengan barang bawaannya. Karena barangnya ada padaku ia selalu berada di dekatku seolah-olah kami ini sudah pacaran. Sampai ditempat kamipun kembali berbaris dan siap-siap untuk istirahat sejenak.

                Selesai istirahat kami kembali berkumpul untuk melanjutkan acara. Karena acaranya hanya sehari jadi kamus bergegas untuk memulainya. Setelah berbaris kami diberi arahan bahwa kami akan melewati hutan untuk menuju ke air terjun yang jaraknya lumaya jauh, kamipun muai berjalan sesuai dengan kelompok. Kelompok Fitri berjalan paling terakhir. Karena aku yang membawa tas Fitri jadi aku juga harus ikut di barisan paling belakang. Aku lihat sepertinya Fitri kelelahan karena ia berjalan agak lambat sampai-sampaikami berdua hampir ketinggalan oleh barisan yang lain. Tiba-tiba ia terjatuh di hadapanku. Sontak aku segera membantunya, aku liat kakinya berdarah, segera kukeluarkan obat yang ada di dalam tas ku, segera ku obati kakinya yang terluka. Terlihat di wajahnya, ia seperti menahan rasa sakit. Akupun menjadi khawatir terhadapnya. Setelah beberapa lama ia merasa mendigan namun ia belum mampu berdiri. Kami sudah tertinggal jauh dengan barisan yang lain. Saat itu juga terlintas di pikiranku kalau inilah kesempatanku untuk mengungkapkan isi hatiku kepadanya. Lalu akupun mulai jujur kepadanya tentang perasaanku. Kuceritakan semua kekagumanku kepadanya sampai senyum manis di wajahnya yang membuatku gugup dan kaku. Tak ku sangka ia pun mulai jujur dengan perasaannya. Dan sejak saat itu aku lebih sering bertemu dan berkomunikasi dengannya. tanpa aada masalah apapun di antara kami, hari-hari kami jalani dengan penuh kebahagiaan