Selasa, 26 September 2017

AZAB MENDURHAKAI WALI ALLAH


Hasil gambar untuk bencana kekeringan

AZAB MENDURHAKAI WALI ALLAH

Hari-hari dilewati dengan berbagai ancaman dan penghinaan. Bagaimana tidak Abdul yang kesehariannya berdakwah di masjid dan di tempat-tempat orang biasa berkumpul mendapat celaan dari masyarakat atas apa yang dia lakukan. Memang, Abdul dari kecil sudah ditinggal oleh orang tuanyaa saat pulang dari kerja. Sejak saat tu ia tinggal bersama kakeknya disebuah rumah kecil di samping masjid. Dari kecil ia selalu diajarkan untuk taat beribadah, hal itu ia peroleh dari kakeknya baik di rumah ataupun pengajian di dekat masjid sebelah rumahnya. Abdul selalu taat beribadah baik yang wajib maupun yang sunah. Namun banyak ejekan dan hinaan dari temannya karena Abdul kurang bergaul dan lebih suka menyendiri dan dianggap gila oleh teman-temannya. Namun Abdul tak berputus asa, ia tetap semangat dan keyakinan yang kuat untuk beribadah.
                Dikala ia beranjak dewasa, kakek yang selama ini menjadi orang tua sekaligus gurunya wafat ketika sedang melaksanakan shalat tahajjud. Sejak itulah Abdul terus merasa sedih atas kepergian orang yang dicintainya. Karena tidak akan ada lagi orang yang akan memberinya ilmu dan nasihat untuk kebaikan. Abdul selalu berdoa kepada Allah agar diberi ketabahan atas musibah yang dialaminya. Lalu ia berinisiatif untuk menggantikan kakeknya menjadi penceramah dipengajian. Lantas ia tak hanya memberikan ceramah dipengajian saja tapi dimana saja ia melihat sekumpulan orang-orang yang sedang duduk bersama. Atas tindakan itulah masyaeakat tidak suka dengan apa yang ia lakukan karena mereka selalu merasa terganggu saat sedang bergosip tentang orang lain.

                Pada suatu malam masyarakat berkumpul didepan rumah Abdul untuk mengusirnya dari kampung tersebut karena mereka sudah geram atas apa yang dilakukannya selama ini. Malam itu juga Abdul diusir dan dia pergi keluar dari kampung itu dengan membawa beberapa perbekalan yang diberi oleh jamaahnya sendiri. Lantas ketika Abdul pergi dari kampung itu, masyarakat disana semakin menderita karena hujan yang tak kunjung turun, tanah semakin gersang, air sungai pun semakin mengering. Itu semua adalah azab dari Allah karena mereka tidak  mau menerima dakwah kejalan yang benar.